Widget HTML Atas

Sudut Pandang Psikologi Film Ayah Mengapa Aku Berbeda

Assalamualaikum teman pustaka, kali ini author akan mencoba membahas film di blog ini secara psikologis. Untuk film yang dibahas judulnya Ayah Mengapa Aku Berbeda. Pastinya kalian sudah nggak asing lagi kan dengan judul film ini? Yuk coba kita ulas menurut pandangan secara psikologi

id.wikipedia.org

Film ini mengangkat cerita tentang anak yang berkebutuhan khusus yang bernama Angel. Angel sejak kecil sudah ditinggal Ibu nya. Ibu nya meninggal dalam keadaan sedang melahirkan Angel. Gadis yang bernama Angel ini merupakan penyandang tunarungu sejak dilahirkan. 

Angel hidup bersama sang Ayah dan Nenek. Ayah Angel merawat Angel dengan sangat sabar dan tulus. Pada awalnya Ayah Angel tidak menyadari bahwa anaknya penyandang tunarungu. Namun setelah Angel dipanggil berkali – kali oleh Ayahnya dan tidak bereaksi serta memberikan respon apapun, maka Ayah Angel merasa ada kejanggalan dan dari situ lah Ayahnya baru menyadari bahwa Angel tidak bisa mendengar.

Angel juga diberikan alat bantu dengar oleh Ayahnya. Walaupun Angel terlahir cacat, namun Ayahnya selalu membuat Angel merasa bahwa ia seperti anak – anak normal lainnya. Di usia sekolah, Ayah Angel memasukkan Angel ke sekolah luar biasa (SLB). 

Pada awalnya Angel tidak biasa dengan suasana di sekolahnya, namun Ayahnya tidak hentinya untuk memberikan pengertian pada anaknya. Guru Angel sangat mengagumi Angel yang memiliki kemampuan yang berkembang dari anak-anak lainnya. Guru Angel juga sempat menyarankan Ayah Angel untuk memindahkan Angel ke sekolah umum, namun hal tersebut didengar oleh Neneknya. 

Sehingga tidak disetujui. Setelah berpikir ulang, Ayah Angel mengikuti saran guru tersebut karena memang Angel anak yang berbakat dan ia layak mendapatkan pendidikan seperti anak-anak pada umumnya. Nenek Angel sendiri juga sangat perhatian pada Angel yaitu dengan memberikan note kecil agar Angel dapat membawanya kapanpun ia pergi. Hal ini akan memudahkan Angel dalam berkomunikasi dengan temannya. 

Di sekolah yang baru, banyak temannya yang merasa aneh dengan hal tersebut. Namun ada teman Angel yang sangat setia menemani Angel yang bernama Hendra. Hendra mengatakan bahwa Angel hanya memiliki 1 teman saja di sekolah. 

Nasib buruk diterima oleh angel di sekolahnya yang baru. Angel mendapatkan bullying oleh Agnes yang membuat Angel sakit hati hingga menangis karena Angel merasa tersiksa dibuatnya. Dilukai secara fisik, dicaci maki, dan juga dihina. 

Angel tidak bisa berbuat apa-apa sehingga ia hanya bertahan dengan tegar dalam menghadapinya. Sampai pada akhirnya teman Angel terkagum dengan kemampuan Agnes dalam bidang pelajaran maupun musik yaitu bermain piano. Karena kemampuan yang dimiliki Angel membuatnya dapat tergabung dalam klub musik dalam sekolahnya. 

Setiap latihan musik selalu saja ada kendala yaitu Agnes membuat kesabaran Angel teruji. Angel juga sempat mengenakan pakaian yang cantik ketika latihan musik, sehingga Ayah Angel teringat istrinya dulu. Ibu Angel dulunya juga berbakat piano sehingga menurun pada anaknya.

Sampai suatu ketika Ayah Angel jatuh sakit. Ayahnya menderita sakit jantung. Padahal Ayahnya sudah berjanji akan datang ke konser anaknya. Agnes juga melarang Angel untuk ikut serta dalam konser itu, tapi Angel tidak memperdulikannya. 

Angel sudah berjanji pada Ayahnya bahwa ia akan menampilkan yang terbaik. Namun di konser, Agnes membuat Angel berpenampilan seperti layaknya badut yang bermuka menor. Niat tersebut dilakukan Agnes agar Angel ditertawakan oleh penonton. 

Tetapi dugaan tersebut salah besar, justru penonton terpukau oleh penampilan Angel dalam kelihaiannya bermain piano walau dengan keterbatasan yang ia miliki. Ayah Angel sempat melihat penampilan putrinya dan sangat kagum. Kemudian ia segera menuruni panggung untuk bertemu dengan Ayahnya. 

Lambat laun, akhirnya Ayahnya menghembuskan nafas terakhinya sehingga Angel sekarang tinggal bersama Neneknya membuat toko roti. Setelah tamat dari sekolahnya, Angel bekerja di toko roti milik Neneknya. Pada akhirnya Angel bertemu Martin dan menjadi pasangan kekasih dalam film ini.

Pesan moral yang ada dalam film ini adalah manusia harus mengetahui bahwa Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda dan setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, Walau seperti itu, ada potensi – potensi dalam diri sendiri yang dapat dikembangkan.

Potensi tersebut ketika dikembangkan akan menjadi hal yang positif. Angel yang terlahir tunarungu tetapi punya potensi dalam bermain piano membuat Ayah dan Neneknya bangga. Dari film ini dapat kita ambil hikmahnya bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk berkarya. Kita harus selalu bersyukur pada Tuhan atas anugrah yang telah diberikan-Nya.

Di Film ini menceritakan bahwa kasus bullying masih marak terjadi di bangku sekolah. Oleh karena itu, sebaiknya kasus seperti ini segera ditangani dengan baik oleh pihak sekolah. Karena pengalaman bullying yang diterima oleh anak dapat mempengaruhi perkembangan mentalnya.

Pendidikan karakter di sekolah harus lebih ditingkatkan lagi agar setiap anak dapat menghargai satu sama lain sehingga akan tercipta suasana kelas yang saling support untuk perkembangan pendidikan anak.

loading...

No comments for "Sudut Pandang Psikologi Film Ayah Mengapa Aku Berbeda"