Widget HTML Atas

Cerita Motivasi Gajah dan Semut

Assalamualaikum teman pustaka. Rasanya aku sudah lama gak menulis postingan di web ini. Terakhir aku menulis postingan kayanya di tahun 2020 lalu. Tahun yang penuh dengan perjuangan karena dunia ini dilanda Covid-19. Tapi teman pustaka jangan sampai mau kalah dengan pandemi.

Yok kita sama-sama memulai kembali apa yang sudah berjalan sebelumnya. Lebih baik lagi kalau teman pustaka bisa membuat inovasi ditengah-tengah keadaan dunia yang sedang tidak baik ini. Sebenernya kita bisa kok mengubah tantangan ini menjadi harapan.

Ngomong-ngomong soal harapan nih. Daripada berharap sama dia yang entah kapan kepastiannya. Hehehe. Mending kita berharap sama diri kita sendiri. Kira-kira mampu gak kita di masa depan jadi orang yang berhasil. Apakah masih ada harapan dari diri kita di masa depan?

Pastinya ada dong. Jangan pesimis gitu pokoknya teman setia. Karena meskipun kita berasal dari orang kecil bila dibandingkan dengan orang-orang yang lain. Namun kalau kita mau berusaha pasti bisa berhasil kok. Kali ini aku mau membagikan satu cerita yang bakal bikin teman setia punya semangat yang tinggi lagi.

Cerita motivasi gajah dan semut

Di siang hari matahari bersinar amat terik. Para koloni semut memilih untuk tinggal di rumah mereka di dalam tanah, kita bisa melihat gundukan kecil tampak dari atas tanah yang menunjukan tempat tinggal semut. Mereka ingin bersantai sambil menikmati persediaan makanan yang masih cukup banyak

Tiba-tiba, bumi terasa seperti bergoyang. Koloni semut pun panik dan berlari kesana kemari.......

“Gempa bumi! Gempa bumi!!” teriak koloni semut. Dengan diikuti rasa panik dan tidak pernah terpikir sebelumnya akan terjadi seperti ini di tempat tinggal mereka. 

Kemudian kepala semut memerintahkan salah satu anak buahnya untuk keluar dari sarang untuk mengecek kira-kira apa yang sebenarnya terjadi. Namun begitu keluar, semut itu kaget. Rupanya, ada kawanan gajah yang sedang mencari makan di sana. 

Semut itu lalu memberitahukannya kepada kepala semut. "Ya! Tadi bukan gempa bumi, melainkan ulah gajah-gajah itu." Mendengar hal itu ketua kelompok semut pun marah dan dia menyampaikan ini kepada para rakyatnya. Kepala semut memerintahan seluruh rakyatnya untuk keluar dari sarangnya dan berbicara dengan gajah.

“Hai, Gajah. Pergilah dari sini! lni daerah kami!"

“Hahaha! Apa kau bercanda, Semut Kecil? Hutan ini milik umum, jadi siapa pun boleh ke sini,” 

“Tapi, kami lebih dulu tinggal di tempat ini!" 

Kawanan gajah dengan sombongnya tidak peduli sedikitpun dengan ucapan koloni semut. Mereka menganggap semut hanyalah binatang kecil. Kawanan gajah pun melanjutkan makan. Mereka bahkan tak segan-segan sampai menghancurkan rumah koloni semut. Akibatnya, koloni semut kehilangan tempat tinggal mereka

Mereka berlari kesana kemari untuk menyelamatkan diri supaya tidak terinjak oleh gajah. Mereka mengungsi ke tempat yang aman terlebih dahulu. Baru dirasa sudah cukup aman. Koloni semut berkumpul di sarang mereka dan melakukan diskusi atas kejadian ini.

“lni tidak bisa dibiarkan. jika terus seperti ini, bisa-bisa kawanan gajah menguasai tempat kita,”

“Ah! Bagaimana jika kita bicara baik-baik dengan mereka? jika tidak berhasil, barulah kita menyerang mereka,” 

Semua semut tertegun ragu. Mana mungkin tubuh kecil mereka dapat melawan para gajah yang besar. Tapi, ketua koloni semut yang cerdik berhasil meyakinkan koloninya. Koloni semut pun menyusun rencana untuk mengalahkan kawanan gajah.

Esoknya, kawanan gajah kembali datang. Ketua koloni semut menghadang, hendak berbicara baik-baik keada mereka. 

"gajah, aku memohon kepada kawananmu untuk tidak mengganggu kami, ada banyak sekali rakyatku yang sudah jadi korban kemarin"

"aku punya hak atas hutan ini, jadi apapun bisa kami lakukan"

"tapi kami yang lebih dulu tinggal disini dan telah membuat pemukian yang sejahtera sebelumnya sebelum kawananmu datang, bagaimana kalau kita berbagi saja dan kalian boleh memakan kekayaan alam disini asalkan tidak menghancurkan rumah-rumah kami"

"diam kau semut kecil, aku lebih berkuasa dibandingkan kalian"

Sayang, kawanan gajah tak mau diajak bekerja sama sehingga akhirnya koloni semut menyerang kawanan gajah. Koloni semut menyerang bagian dalam gajah-gajah itu, seperti belalai dan telinga mereka. Kulit luar gajah memang keras, tapi tidak dengan kulit bagian dalam mereka. Ketika para semut menggigit kulit bagian dalam, semua gajah kesakitan dan terjatuh.

Saat itulah, kawanan gajah sadar bahwa meskipun kecil, semut tak bisa diremehkan. Buktinya, kini mereka kalah melawan semut. Kemudian kawanan gajah menyerah dan meminta maaf atas perlakuannya selama ini yang salah kepada semut.

Pesan moral yang dapat dipetik dari cerita ini adalah jangan pernah memandang orang dari fisiknya. Jangan sekali-kali meremehkan kemampuan seseorang yang bisa jadi mereka bisa lebih hebat dibandingkan kalian. Hargai siapapun dan jangan pernah menyepelekan satu sama lain

loading...

2 comments for "Cerita Motivasi Gajah dan Semut"

  1. sangat menarik ceritanya buat aku terkesima

    ReplyDelete
  2. Ceritanya membuat aku mau lebih menghargai orang lain

    ReplyDelete

Post a Comment