Widget HTML Atas

Makna Surat Al-Qadr : Menurunkan Al-Qur'an ke Kehidupan

Qur'an Surah Al-Qadr

QS al-Qadr memunculkan kajian tentang pekerjaan yang paling mulia pada malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Malam al-Qadar itu maknanya mulia, maksudnya adalah menurunkan Alquran dalam kehidupan. Waktunya ada empat, yaitu :
  1. Malam turunnya Alquran dan itu hanya terjadi sekali pada Masa Nabi Muhammad 
  2. Orang yang semangatnya terjadi sepanjang masa dan itu lebih baik dari 1000 bulan. Siapa yang memahami Alquran dan mengamalkannya (kapan dan di mana saja, di dalam atau pun di luar bulan Ramadhan, di malam atau pun di siang hari) dia telah mendapatkan al-Qadar yang lebih baik dari 1000 bulan.
  3. Sebulan penuh di bulan Ramadhan
  4. Di malam ganjil di akhir Ramadhan
At-Tabari (224-310 H) dalam tafsirnya menulis Allah menurunkan alQuran pada malam mulia ini  sekaligus ke Samâ' ad-Dunyâ. 

Makna Surat Al-Qadr. Menurunkan Al-Qur'an ke Kehidupan
Source : alislam.id

Malam al-qadar ini adalah malam mulia, yang diisi dengan diqadakan atau ditetapkan Allah bagian yang akan diturunkan Alquran kepada Nabi Muhammad selama satu tahun. Atau dapat ditafsirkan juga bahwa Alquran pertama kali turun ke Samâ‟ ad-Dunyâ pada malam Qadar.

At-Tabari menyebutkan perbedaan pendapat ulama dalam memahami ayat ketiga. Ada yang berpendapat bahwa beramal pada malam al-Qadar ini dengan amalan yang mulia pahalanya 1000 bulan amal. 

Mujahid berkata beramal, puasa dan qiyam pada malam itu pahalanya 1000 bulan. Pendapat lain berkata malam alQadar itu lebih baik 1000 x dari malam tanpa al-Qadar.

Hikmah disembunyikannya malam al-Qadar

Ada beberapa hikmah kenapa malam al-Qadar disembunyikan dari umat manusia. Malam mulia ini masih menjadi rahasia Allah, tidak ada seorangpun yang dapat mengkaji secara pasti kapan datangnya malam yang lebih baik dari 1000 bulan ini.
  1. Disembunyikan malam ini agar muslim memuliakan seluruh malam bulan suci Ramadan. Sebagaimana disembunyikan salat wusta agar muslim melakukan setiap salat wajib dengan khusyuk.
  2. Disembunyikan sebagai rahmat, karena –sebaliknya- kalau melakukan kejahatan di malam itu, pelaku mendapatkan siksa 1000 bulan. 
  3. Disembunyikan agar pelaku berusaha keras untuk mendapatkannya. Dia sudah pasti mendapat pahala dari kesungguhan itu.
  4. Kesungguhan manusia menjadi alasan bagi Allah untuk berbangga hati di hadapan para malaikat.

Apakah Malam Ini Masih Ditemukan Saat Ini?

Al-Khalil berpendapat bahwa ia hanya terjadi sekali dalam usia dunia, tapatnya pada malam turun Alquran. Sedangkan Jumhur ulama berkata: “Bahwa ia masih ada dan tetap ada.” Apakah ia hanya terjadi di bulan Ramadhan atau juga di luar bulan itu? Ibn Masud mengatakan sepanjang masa.

Malam al-Qadar hanya bisa didapatkan oleh mereka yang tidak menutup semangat menurunkan Alquran ke hati, perilaku dan tindak tanduk muslim yang terjadi kapan dan di manapun. Sehingga semangat al-qadar dapat terjadi sepanjang masa, sebagiamana pendapat Ibn Masud.

Makna al-Qadr Menurut Bahasa

Inilah pendapat lima ulama tafsir tentang makna “Malam Qadar dalam QS al-Qadar”. Berdasarkan pendapat ulama tafsir di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:

Dua tafsir klasik yang diwakili oleh tafsir Tabari sebagai tafsir salafi, dan tafsir ar-Razi yang mewakili tafsir ahli sunnah mazhab Syafii menegaskan bahwa malam al-Qadar itu terjadi pada tanggal 27 Ramadhan dan diisi dengan ketaatan, terutama salat malam.

Tiga tafsir berikutnya, yaitu tafsir Qutub, Inspirasi dan asy-Sya‟rawi. Ketiga tafsir ini telah mulai menggeser makna satu-satunya dari pemahaman malam al-Qadar sebagai malam “amal salat” dengan makna “paham Alquran”. 

Mengutip Tafsir Sya‟rawi, karena ia menetapkan bahwa kedua pendapat itu adalah pendapat yang baik, yang saling mendukung dan dapat disatukan. Menurut penulis, dapat dipahami bahwa mengamalkan amalan sunat pada malam al-Qadar itu berdasarkan pemahaman yang dituang dalam Alquran. 

Untuk itu amal yang paling baik di bulan Ramadhan adalah membaca Alquran dan memahami pesannya. Jika merujuk pada logika bahasa, maka ditemukan perkara berikut. Menurut pendapat ar-Razi di atas bahwa ulama sepakat hu pada ayat pertama merujuk kepada Alquran.

Dengan demikian menurut logika bahasa ayat ini membahas tentang Alquran yang diturunkan Allah pada malam al-Qadar. Inilah inti ayat. Artinya, ayat ini menjelaskan tentang permulaan diturunkan Alquran pada malam al-Qadar.

Hubungan malam al-Qadar dengan kalimat “lebih baik dari 1000 bulan”. Hubungan ini sangat erat dan sangat terkait. Artinya, sesuatu yang mulia dan bernilai itu tak ternilai harganya, bahkan jika harus disebut dengan angka dan bilangan, maka ia tidak mengenal batas. 

Inilah yang disebutkan oleh ar-Razi dan ulama tafsir lainnya, bahwa bilangan 1000 bukan bilangan yang diinginkan, tapi bilangan yang menunjukkan tanpa batas. kaitan nuzul Alquran, malam al-Qadar dengan malaikat yang turun juga memiliki kaitan yang erat. 

Artinya, para malaikat, terutama malaikat Jibril yang bergelar ar-Ruh al-Amin bertugas membawa Alquran dari Lauh Mahfudz ke Sama‟ ad-Dunya dan dari Sama‟ ad-Dunya kepada Nabi Muhammad. Semuanya dimulai pada malam al-Qadar ini. 

Perbedaan ulama tentang kapan malam al-Qadar ini -kepada delapan pendapat dengan dua pendapat terkenal pada tanggal 17 atau 27-, tidak menutup kesepakatan bahwa Alquran diturunkan Allah melalui malaikat Jibril pada malam al-Qadar.

Salam atau kedamaian yang tertuang di ayat kelima atau ayat terakhir, merupakan kesimpulan dari pengamalan manusia terhadap pesan Alquran yang mulia, yang diturunkan pada malam mulia. Sebagaimana pesan yang dapat dilihat dari pernyataan Qutb di atas.

Dengan demikian QS al-Qadar dari ayat pertama hingga ayat terakhir adalah satu kesatuan pemahaman yang saling mendukung satu dengan yang lain. Pesan itulah sebagaimana Tafsir Inspirasi yang baru saja dikutip di atas. 

Kekuasaan Allah dengan wahyu-Nya mengikis kegelapan Jahiliah. Kemuliaan itu saat mukmin melaksanakan pesan mulia di dalam Alquran. Seribu bulan, diartikan dengan waktu yang tidak terbatas, atau kurun waktu yang panjang. 

Malaikat turun membawa Alquran yang mulia hingga kiamat. Bila malam yang dalam kegelapan rohani sudah dihalau oleh keagungan Allah melalui Alquran, maka kedamaian dan perasaan aman segera timbul dalam jiwa mukmin, dan berlanjut sampai akhir hayat.

Sumber tulisan : Journal Analytica Islamica
loading...

No comments for "Makna Surat Al-Qadr : Menurunkan Al-Qur'an ke Kehidupan"