Widget HTML Atas

Tiny si Kartini Masa Kini

Tiny Si Kartini Masa Kini

Ini adalah cerita perempuan yang berani memulai perubahan. Meski hal ini kedengarannya sulit dipraktikan. Namun dia terbukti mampu melakukannya dengan baik. Batasan budaya di masyarakat tidak menjadi masalah. Sejarah baru berhasil diwujudkan untuk kesejahteraan perempuan.

Pesatnya perkembangan teknologi membuat perubahan besar terhadap perilaku manusia. Keberadaan nilai-nilai kemanusiaan yang ada saat ini semakin menghilang. Perbedaan gender menjadi salah satu faktor penyebab kesenjangan sosial. Seringkali kaum perempuan mengalami perilaku diskriminasi.

Berbeda dengan perempuan yang satu ini. Dia patut dijuluki Kartini masa kini. Kemampuannya tidak bisa dianggap remeh. Cara pandangnya berbeda dengan perempuan pada umumnya. Karena tekun belajar membuatnya jadi berpengetahuan luas. Budaya bagi perempuan yang sering dipandang sebelah mata tidak berlaku padanya.

Jika kamu ingin mengetahui ulasan lengkapnya, baca tulisan ini sampai akhir ya ... Karena membaca itu gratis. Sehingga tidak akan rugi jika membacanya sampai akhir. Justru rugi bagi yang tidak mau membaca. Karena hanya dengan waktu 5 menit saja kamu akan termotivasi. Selamat membaca Pustakers.

Setiap orang tidak bisa memilih untuk dilahirkan menjadi laki-laki atau perempuan. Namun mereka bisa memilih mau jadi apa di dunia. Hidup menjadi perempuan memiliki banyak keterbatasan. Kemampuan fisik yang lebih lemah dibandingkan laki-laki sering dievaluasi dalam pekerjaan. Takdir memang tidak bisa dirubah namun berbeda dengan nasib.

Nasib tentu dapat dirubah dengan usaha dan kerja keras. Semua bisa terwujud pada waktunya masing-masing. Salah satu cara untuk merubah hidup yaitu dengan pendidikan. Semua orang berkesempatan sama. Siapapun itu, dia yang tingkat pendidikannya lebih tinggi akan disegani di lingkungannya. Solusi dari masalah pendidikan anak zaman kini bisa dikunjungi di EduCenter.

Tiny adalah seorang remaja perempuan. Satu tahun yang lalu dia baru saja lulus dari SMA.  Keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah terkendala biaya. Namun dia dikenal memiliki banyak akal. Berjuang dalam keterbatasan adalah hal yang selama ini dilakukan. Berbagai macam jalan rela ditempuh supaya keinginan berkuliah bisa terwujud.

Selama kurang lebih satu tahun bekerja, ada banyak hal yang dia pelajari. Upah yang diterima tidak sebanding dengan apa yang dikerjakan. Perlakuan tidak sopan oleh rekan kerja sering dialami olehnya. Banyak pengalaman pahit dialaminya selama bekerja. Melihat kondisi ini, dia tidak ingin berdiam diri saja.

Uang tabungan hasil bekerja dirasanya sudah cukup untuk biaya kuliah. Di awal tahun, dia resend dari pekerjaannya dan mendaftarkan diri di kampus yang sejak lama diidamkan. Perjuangannya dalam mengikuti seleksi masuk kuliah dirasa tidak terlalu berat. Sebelumnya dia selalu jadi peringkat 1 di sekolah. Bicara soal akademik tidak perlu diragukan lagi kemampuannya.

Di hari pertama masuk kuliah dia menangis dalam hati. Momen ini yang ditunggu selama satu tahun. Betapa bahagianya sekarang dia bisa merasakan bangku kuliah. Kesempatan itu akan dimanfaatkan dengan baik olehnya. Tekad yang kuat untuk merubah diri menjadi pemicu dalam belajar. Kegigihannya dalam belajar menorehkan banyak prestasi.

Namanya semakin dikenal oleh banyak orang. Seringkali dia mendapat undangan untuk berbagi motivasi. Hidupnya sekarang berubah 180 derajat lebih baik karena pendidikan. Awalnya dia diremehkan namun sekarang disegani banyak orang. Hal ini membuktikan bahwa dunia itu seperti roda yang berputar. Orang yang dulunya berada di bawah kelak bisa berbalik menjadi di atas.

Setelah membaca cerita Tiny harapannya kita itu sadar. Jangan pernah membedakan satu sama lain. Tuhan menciptakan manusia secara beragam. Ada yang jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan. Perbedaan itu seharusnya membuat kita untuk saling menguatkan. Dengan bekerja sama maka dia yang kuat akan menutupi yang lemah.

Orang yang lemah pasti juga memiliki kelebihan dalam bidang lain. Perempuan memang memiliki fisik yang lemah. Namun di sisi lain, dia memiliki jiwa dan karakter yang kuat. Sosok Tiny menggambarkan kekuatan perempuan secara tak kasap mata. Meski tidak terlihat itu terbukti benar adanya.

Karakter perempuan yang kuat harus didukung dengan pendidikan yang bagus. Harapannya di Indonesia banyak sosok Tiny selanjutnya. Perempuan yang terdidik akan menjadi agen perubahan. Suarakan hak-hak perempuan, wujudkan kesetaraan gender mulai dari sekarang, mulailah dari diri sendiri. #educenterid

7 comments for "Tiny si Kartini Masa Kini"

  1. Saya sebagai perempuan merasa termotivasi atas cerita yang ditulis.

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah, saya jadi lebih semangat

    ReplyDelete
  3. Kisah yang sangat menginspirasi, sing penting niat lurr. Kabeh mesti ana dalane.

    ReplyDelete
  4. Harus banyak perempuan seperti tiny di jaman sekarang

    ReplyDelete
  5. Saya merasa terharu dengan kisah tiny. Saya sebagai perempuan belum bisa sebaik dia

    ReplyDelete
  6. Setelah aku membaca ini aku menyadari bahwa kaum perempuan harus di perjuangkan drajatnya agar sama dengan laki laki

    ReplyDelete
  7. Kisah perempuan yang mengembangkan zaman

    ReplyDelete

Post a Comment