Konsumsi Makanan Pedas Menyebabkan Kepikunan


Pustaka Psikologis – Perlu kamu ketahui sekarang bahwa suka makan makanan yang pedas itu berdampak buruk bagi kesehatan memori. Orang yang sering mengonsumsi makanan pedas akan lebih rentan mengalami gangguan masalah kognitif. Resiko untuk mengalami dimensia atau kepikunan cenderung lebih tinggi dibandingkan orang pada umumnya.

Tentu hal ini harus diperhatikan oleh semua orang. Persoalannya makanan pedas memang sudah jadi favorit kebanyakan orang. Sebagian orang berpendapat kalau mereka makan makanan yang tidak pedas itu rasanya tidak enak seperti ada yang kurang. Mereka mengungkapkan rasa makanan yang tidak pedas itu rasanya hambar.

Cabai sendiri merupakan salah satu komoditas sayuran yang sangat penting. Setiap kali membuat hidangan masakan pasti terdapat komponen cabai di dalamnya. Rasa pedas pada cabai disebabkan karena cabai memiliki kandungan kapsaicin. Semakin banyak kandungan kapsaicin pada cabai maka rasa cabai tersebut akan semakin pedas pula. 

Ketika makan makanan yang terlalu pedas lidah akan terasa seperti terbakar. Selain itu, rasa panas yang ditimbulkan membuat kesulitan untuk bernapas. Otak seakan-akan menerima respon rasa sakit yang diberikan oleh stimulus dalam perut. Perut bereaksi karena ada masalah pada lambung. Seakan-akan lambung seperti menerima racun.

Makanan pedas juga dapat mempercepat metabolisme pada tubuh. Pengeluaran energi karena rasa panas ini dapat membakar banyak kalori. Hal ini dikarenakan senyawa-senyawa dari makanan-makanan tadi mengikat reseptor saraf. Kemudian mengirimkan sinyal ke otak sehingga metabolism pada tubuh akan bekerja lebih cepat.

Orang-orang yang gemar mengonsumsi makanan pedas secara fisik akan lebih terlihat aktif daripada orang-orang pada umumnya. Namun mengonsumsi makanan pedas berdampak buruk pada kemampuan kognitif seseorang terutama orang-orang yang telah berusia lanjut. Karena pada usia lansia tubuh kurang bisa menahan rasa terbakar pada lidah ketika mengonsumsi makanan pedas.

Akibat dari rasa pedas tersebut dapat mematikan sebagian sel-sel saraf pada lansia. Hal ini menyebabkan mereka cenderung akan mengalami dimensia atau kepikunan lebih cepat. Tentunya hal ini bukanlah hal yang harus disepelekan. Aturlah dalam mengonsumsi makanan pedas agar tidak membahayakan kesehatan tubuh.

Sebenarnya tidak ada larangan bagi siapapun untuk mengonsumsi makanan pedas. Asalkan semuanya sesuai dengan porsi atau takarannya masing-masing. Sesuatu apapun yang berlebihan tentunya itu tidaklah baik. Oleh karena itu, aturlah sesuatu tersebut sesuai dengan kebutuhan tubuh kalian masing-masing. Yang tahu secara pasti mengenai hal tersebut adalah diri kalian sendiri.

Mulai sekarang pahamilah diri kalian dengan baik. Cari tahu apa saja hal-hal yang masih kurang maupun berlebih dalam diri kalian. Hal ini patut diperhatikan untuk kebaikan dan kesehatan tubuh. Karena semaki bertambahnya usia tubuh akan semakin rentan pula terkena penyakit. Baik itu menyerang kondisi psikis maupun fisik.

Kepikunan yang terjadi pada seseorang itu merupakan hal yang wajar. Namun jika seseorang yang masih muda tapi sudah mengalami kepikunan maka itu tergolong tidak wajar. Kemungkinan hal itu bisa terjadi karena mereka kurang memahami sesuatu yang terdapat pada dirinya.

Lebih baik membayar cek kesehatan secara rutin daripada harus menanggung biaya berobat yang lebih mahal. Kalian bisa melakukan cek kesehatan rutin sebulan sekali untuk mengetahui secara pasti kadar-kadar senyawa pada tubuh. Jika dokter mengatakan tubuh kamu baik-baik saja maka untuk tetap mengonsumsi makanan pedas bukanlah mejadi hal yang perlu ditakutkan.

Sebaliknya jika dokter mangatakan kalau tubuh kalian dalam kondisi tidak baik. Dalam hal ini terlalu bayak senyawa kimia berlebih di dalam tubuh. Maka kurangilah untuk mengonsumsi makanan pedas yang mungkin bisa berbahaya bagi kesehatan. Semoga kalian yang telah membaca tulisan ini akan lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan diri.

0 Response to "Konsumsi Makanan Pedas Menyebabkan Kepikunan"

Post a Comment