Gangguan Tidur (Definisi, Penyebab, Jenis, Gejala, Intervensi)


Gangguan tidur adalah berbagai penyakit yang mengganggu pola tidur seseorang, juga dikenal sebagai somnipathy. Gangguan tidur memiliki berbagai jenis, mulai dari ringan sampai parah.baik karena tidak bisa tertidur, sering terbangun pada malam hari, atau ketidakmampuan untuk kembali tidur setelah bangun.

Gejala-gejala Umum Gangguan Tidur
a. Kelelahan
b. Merasa lemas dan mengantuk 
c. Mudah marah atau stress
d. Sulit untuk konsentrasi disiang hari 
e. Sulit mengingat atau menyimpan informasi 
f. Berkurangnya reaksi atau respon terhadap rangsangan 
g. Emosi yang tidak stabil 
h. Membutuhkan rangsangan kimia (dalam bentuk kafein) untuk tetap terbangun

Jenis-jenis Gangguan Tidur 
1. Insomnia
Insomina didefinisikan sebagai kesulitan berulang dari persiapan untuk tidur, durasi, konsolidasi atau kualitas yang muncul walaupun ada kesempatan dan situasi yang mendukung untuk tidur dan mengakibatkan beberapa kesulitan pada siang hari. 

Gejala Insomnia
a. Sulit untuk merasakan ngantuk dan tidak bisa tertidur
b. Terbangun pada malam hari atau dini hari dan tidak bisa tidur kembali
c. Tidak bisa tidur siang meskipun tubuh terasa lelah
d. Merasa lelah, emosional, sulit berkonsentrasi, dan tidak bisa melakukan aktivitas secara baik pada siang hari

2. Parasomnia
Parasomnia adalah gangguan tidur yang ditandai dengan perilaku tidur yang abnormal. Parasomnia melibatkan ketidak sadaran yang kompleks, semi bertujuan dan perilaku yang mengarah kepada hasil yang memiliki arti atau kepentingan pada individu. 

Gejala Parasomnia
a. Gerakan mata yang tidak cepat
b. Mimpi buruk
c. Gerakan mata yang terlalu cepat
d. Gerakan kaki yang gelisah saat tidur, bisa jadi karena pegal dan sakit yang dirasakan sehingga dapat dihilangkan melalui gerakan kaki, seperti berjalan atau menendang

3. Narkolepsi 
Narkolepsi adalah gangguan sistem saraf yang memengaruhi kendali terhadap aktivitas tidur. Penderita narkolepsi mengalami rasa kantuk pada siang hari dan bisa tiba-tiba tertidur tanpa mengenal waktu dan tempat.

Gejala Narkolepsi
a. Sakit kepala
b. Depresi
c. Rasa kantuk yang berlebihan pada siang hari.
d. Katapleksi atau melemahnya otot secara tiba-tiba
e. Gangguan ingatan. Penderita narkolepsi terkadang lupa aktivitas apa yang baru dilakukannya.
f. Ketindihan atau sleep paralysis. Kondisi ini terjadi ketika penderita tidak mampu bergerak atau berbicara selama sementara saat hendak terbangun atau mulai tertidur
g. Halusinasi. Penderita narkolepsi terkadang dapat melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata, terutama saat akan tidur atau bangun tidur
h. Serangan tidur. Serangan tidur menyebabkan penderita narkolepsi tertidur di mana saja dan kapan saja secara tiba-tiba. Jika narkolepsi tidak terkendali, serangan tidur bisa berlangsung selama beberapa kali dalam sehari

4.Tidur Berjalan (Sleep Walking)
Tidur Berjalan (Sleep Walking) adalah suatu kondisi berulang di mana seseorang bangun, berjalan, atau melakukan berbagai kegiatan dalam keadaan tidur.

Gejala Tidur Berjalan
a. Orang yang mengalami gangguan tidur berjalan ini biasanya hanya memandang lurus dan tampak seperti tidak mengenali keadaan di sekitarnya
b. Matanya yang terbuka terkesan seperti terjaga padahal dia sebenarnya masih tertidur
c. Jika disapa, biasanya pengidapnya tidak merespons, meski ada sebagian yang mampu merespons dengan baik dan sebagian lagi akan merespons dengan jawaban meracau
d. Apabila dibangunkan dengan paksa, biasanya pengidap akan tampak kebingungan dan tidak ingat dengan aktivitas yang dilaluinya

Penyebab Gangguan Tidur
a. Rasa sakit dan gangguan pada tubuh (nyeri pada organ dalam dapat membangunkan pasien dan menyebabkan pasien sulit tidur kembali)
b. Berbagai penyakit dan gangguan kesehatan (gangguan pernapasan akibat asma dapat mengganggu tidur)
c. Faktor psikologis (depresi atau kegelisahan akan mempengaruhi pola tidur)
d. Faktor lingkungan lainnya (mis. melakukan hal yang tidak baik di lingkungan masyarakat)
e. Kecemasan seseorang akan pekerjaan, hubungan dengan orang lain, dan status sosial. Kepekaan yang ringan atau tinggi terhadap cahaya, bunyi, dan perubahan suhu juga dapat menyebabkan gangguan tidur

Intervensi/Penanganan Gangguan Tidur

Terapi non Farmakologi
Merupakan pilihan utama sebelum menggunakan obat-obatan karena penggunaan obat-obatan dapat memberikan efek ketergantungan. Ada pun cara yang dapat dilakukan antara lain :

1. Terapi Relaksasi
Terapi ini ditujukan untuk mengurangi ketegangan atau stress yang dapat mengganggu tidur. Bisa dilakukan dengan tidak membawa pekerjaan kantor ke rumah, teknik pengaturan pernapasan, aromaterapi, peningkatan spiritual dan pengendalian emosi.

2. Terapi Tidur yang Bersih
Terapi ini ditujukan untuk menciptakan suasana tidur bersih dan nyaman. Dimulai dari kebersihan penderita diikuti kebersihan tempat tidur dan suasana kamar yang dibuat nyaman untuk tidur.

3. Terapi Pengaturan Tidur 
Terapi ini ditujukan untuk mengatur waktu tidur perderita mengikuti irama sirkardian tidur normal penderita. Jadi penderita harus disiplin menjalankan waktu-waktu tidurnya.

4. Terapi Psikologi/Psikiatri
Terapi ini ditujukan untuk mengatasi gangguan jiwa atau stress berat yang menyebabkan penderita sulit tidur. Terapi ini dilakukan oleh tenaga ahli atau dokter psikiatri.

5. Konseling dan Psikoterapi 
Psikoterapi sangat membantu pada pasien dengan gangguan psikiatri seperti (depressi, obsessi, kompulsi), gangguan tidur kronik. Dengan psikoterapi ini kita dapat membantu mengatasi masalah-masalah gangguan tidur yang dihadapi oleh penderita tanpa penggunaan obat hipnotik.

6.Mengubah Gaya Hidup
Bisa dilakukan dengan berolah raga secara teratur, mengontrol berat badan dan meluangkan waktu untuk berekreasi ke tempat-tempat terbuka seperti pantai dan gunung. Terapi farmakologi terapi farmakologi adalah terapi yang dilakukan mengguakan obat yang dilakukan oleh dokter yang berkompeten dibidangnya, terapi ini dilakukan ketika penerapan terapi non farmologi tidak di lakukan karena beberapa kodisi. Terapi farmakologi meliputi beberapa jenis jenis obat yaitu :

1. Golongan obat hipnotik
2. Golongan obat antidepresan
3. Terapi hormone melatonin dan agonis melatonin
4. Golongan obat antihistamin

0 Response to "Gangguan Tidur (Definisi, Penyebab, Jenis, Gejala, Intervensi)"

Post a Comment