Gangguan Makan (Definisi, Penyebab, Jenis, Gejala, Intervensi)


Apa sih yang dimaksud dengan gangguan makan? Pasti kamu belum tahu bukan kalau gangguan makan itu ada banyak jenisnya. Dari mulai gangguan yang tergolong ringan sampai gangguan yang tergolong berat. Yuk tidak usah berlama-lama lagi, langsung saja kita bahas disini. Jangan lupa untuk baca dari awal sampai akhir supaya tidak ada kesalahpahaman dalam penerimaan informasi.

1. Definsi Gangguan Makan
Gangguan makan merupakan gangguan mental saat mengonsumsi makanan yang menyebabkan seseorang mengubah perilaku dan kebiasaan makannya. Penderita dapat mengonsumsi terlalu sedikit atau terlalu banyak makanan dan terobsesi pada berat badan atau bentuk tubuhnya.

2. Penyebab Gangguan Makan

2.1 Genetik
Gangguan makan umumnya dialami oleh orang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan riwayat gangguan yang sama. Peneliti dari University of Lowa mengungkapkan bahwa terdapat dua mutasi gen yang diduga meningkatkan resiko gangguan makan, diantaranya alpha receptor dan histone deacetylase 4. Kedua mutasi itu menurunkan kegiatan protein ESRRA, sehingga meningkatkan resiko gangguan makan.

2.2 Psikologis (Emosional)
Gangguan makan dapat dipicu dari masalah psikologis seperti kepercayaan diri yang rendah, sikap perfeksionis, ataupun hubungan yang terganggu dengan anggota keluarga maupun teman.

2.3 Lingkungan
Gangguan dapat dipicu dari stigma lingkungan yang mengatakan bahwa keberhasilan dan kesuksesan seseorang seringkali dikaitkan dengan bentuk tubuh yang kurus atau langsing.

3. Jenis-jenis Gangguan Makan

3.1 Anoreksia Nervosa
Gangguan ini membuat penderita membatasi asupan makan karena merasa berat badannya yang berlebihan, meski pada kenyataannya tubuhnya sudah ramping atau justru terlalu kurus.

Gejalanya : tubuh kurus, insomnis, kelelahan yang berlebih, pusing,amonera (berhentinya periode menstruasi) dan kulit kering.

3.2 Bulimia Nervosa
Gangguan ini membuat penderita mengalami hilang kendali saat makan. Sehingga berulang kali mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak lalu mengeluarkannya kembali (eating and purging). Hal ini dilakukan untuk mengurangi kalori yang berlebih karena merasa bersalah, malu dan takut mengalami kenaikan berat badan berlebih. Cara yang dilakukan biasanya dengan memaksa diri untuk muntah dan berolahraga terlalu keras.

Gejalanya : penggunaan suplemen penurun berat badan secara ekstrem, menggunakan obat pencahar.

3.3 Gangguan Makan Berlebih
Gangguan ini membuat penderita mengalami hilang kendali dengan pola makannya. Sehingga pengidapnya makan lebih cepat dan banyak saat tidak lapar dan melanjutkannya meskipun sudah kenyang. Akibatnya penderita gangguan ini akan memiliki berat badan yang berlebih atau obesitas. Pengidap juga akan merasa malu dengan perilakunya lalu mereka mengatasinya dengan makan sendirian agar gangguannya ini tidak diketahui oleh orang lain.

Gejalanya : mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak, makan dengan sangat cepat, tetap makan saat perut sudah kenyang, bersembunyi saat makan karena malu bila terlihat orang.

4. Intervensi 
Psikoterapi dapat membantu penderita untuk mengubah kebiasaan makan yang buruk menjadi pola makan yang sehat.

4.1 Terapi Perilaku Kognitif
Terapi perilaku kognitif akan mengubah pandangan seseorang saat menghadapi sebuah situasi, termasuk mencari penyelesaian masalah dan cara sehat mengatasi tekanan sehingga pada akhirnya dapat mengubah sikap seseorang menjadi lebih baik.

4.2 Terapi Berbasis Keluarga
Terapi yang memfokuskan pada masalah yang berkaitan dengan hubungan terhadap orang lain terutama anggota keluarga. Melibatkan seluruh anggota keluarga untuk membahas gangguan yang dialami pengidap, hubungan di antara mereka, dan pengaruh gangguan ini terhadap keluarga.

Perlu diketahui, semua informasi yang ada disusun berdasarkan dari berbagai sumber. Semoga informasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Sebelumnya yang belum tahu namun sekarang menjadi lebih tahu. Oleh karena itu, kamu dapat mengetahui kekurangan yang ada pada diri sendiri. Namun yang perlu digaris bawahi adalah jangan sampai setelah mengetahui kelemahanmu malah menjadi orang yang kurang percaya diri. 

0 Response to "Gangguan Makan (Definisi, Penyebab, Jenis, Gejala, Intervensi)"

Post a Comment