Gangguan Bipolar (Definisi, Penyebab, Jenis, Gejala, Intervensi)


1. Definisi Gangguan Bipolar
Gangguan mental ditandai dengan perubahan emosi yang drastis. Hal ini membuat penderita memiliki episode mood yang sangat bahagia (manik) atau sangat sedih (depresi). Saat penderita dalam kondisi manik, mereka akan menunjukan suasana hati yang gembira, merasa sangat bersemangat, dan penuh gagasan.

Namun saat penderita dalam kondisi depresi, mereka akan kehilangan minat dalam segala hal, kekurangan energi, dan pesimis.Setiap fase emosi dapat berlangsung dalam hitungan minggu maupun bulan.

2. Penyebab Gangguan Bipolar

2.1 Genetik
Ada kemungkinan penderita bipolar itu diturunkan dari orang tua atau anggota keluarga lain yang memiliki gangguan bipolar.

2.2 Biologis ( Kondisi Otak)
Gangguan bipolar merupakan dampak dari adanya ketidakseimbangan pada neurotransmitter otak seperti dopamin,serotonin, atau noradrenalin.

2.3 Sosial
Gangguan bipolar dapat dipicu jika seseorang mengalami keadaan traumatis, seperti terdapat kerabat dekat yang meninggal, putus dalam berhubungan, mengalami kekerasan fisik maupun emosional.

3. Jenis-jenis Gangguan Bipolar

3.1 Bipolar I (Manik)
Jenis penyakit mental bipolar yaitu ditandai dengan munculnya episode manik dan campuran. Gejala yang terjadi pada tahap bipolar I adalah bentuk dari gejala manik yang berada pada tahap yang cukup mengkhawatirkan.

Pada dasarnya bipolar I cenderung terjadi pada individu yang mengalami depresi berat serta sering kali merasa frustasi secara tidak normal. Kriteria untuk gangguan bipolar I adalah individu mengalami episode – episode manik penuh.

3.2 Bipolar II (Hipomanik)
Keadaan dimana individu merasakan suasana hati atau perasaan yang baik. Jenis bipolar hipomanik merupakan kondisi dimana penderitanya berada dalam satu titik keadaan dimana individu merasa sangat bahagia secara berlebihan dan tidak dapat disembunyikan.

Kriteria gangguan bipolar II meliputi kemunculan sebuah episode depresif berat atau lebih. Kemunculan paling tidak satu episode hipomanik, tidak ada riwayat episode manik penuh atau episode campuran.

3.3 Depresi
Bipolar pada tahap depresi mengalami beberapa gejala pada tahapan episode – episode yang cenderung fokus pada depresi secara berlebihan sehingga individu tidak mampu mengendalikan dan perilaku serta pola pikirnya tidak sehat.

Dalam proses terjadinya atau kambuhnya gejala – gejala depresi ditandai dengan terjadinya frustasi, stress, yang terjadi berkelanjutan. Gejala depresi akan membuat individu merasakan perasaan yang tidak teratur dan tidak menentu pada fungsi tubuh secara normal.

3.4 Campuran
Jenis penyakit mental disorder yang terakhir ini tidak mengalami gejala – gejala yang sangat serius seperti jenis bipolar satu dan dua serta bipolar depresi yang dianggap paling berbahaya dan merupakan penyebab utama penderita bipolar merasa putus asa dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Jenis bipolar campuran merupakan suatu gejala dari bipolar satu (Manik), dua (Hipomanik), dan tiga (Depresi). Dalam kondisi ini individu cenderung akan mengalami disfungsi yang tidak teratur pada anggota tubuhnya dimana hal ini disebabkan oleh terjadinya suatu sistem pengkombinasian energi tinggi dan rendah.

Bagi penderita bipolar disorder jenis episode campuran merupakan sebuah kondisi dimana episode atau gejala – gejala pada mania dan depresi terjadi secara bersamaan.

4. Gejala Gangguan Bipolar

Gejala Manik, meliputi:
4.1 Perasaan gembira yang berlebihan
4.2 Perasaan sangat mudah tersinggung, mudah marah, gelisah.
4.3 Berbicara sangat cepat
4.4 Sukar berkonsentrasi pada satu hal
4.5 Meningkatnya kegiatan yang mengarah pada tujuan
4.6 Waktu tidur berkurang

Gejala Depresi, meliputi:
4.1 Perasaan khawatir
4.2 Kehilangan minat yang disukai
4.3 Merasa mudah lelah
4.4 Mengalami masalah konsentrasi, mengingat.
4.5 Mudah tersinggung
4.6 Percobaan bunuh diri

5. Intervensi

5.1 Terapi Pikiran dan Perilaku (CBT)
Membantu orang dengan bipolar belajar untuk mengubah pola pikir dan perilaku yang negatif atau berbahaya.

5.2 Terapi Berbasis Keluarga
Membantu memperkuat strategi menangani permasalahan, seperti mengenali episode baru secara dini dan membantu orang-orang yang mereka cintai. Terapi ini juga meningkatkan komunikasi dan pemecahan masalah.

5.3 Terapi Interpersonal
Membantu orang dengan bipolar meningkatkan kualitas hubungan dengan orang lain dan mengelola rutinitas sehari-hari mereka. Aktivitas sehari-hari yang rutin dan jadwal tidur dapat membantu melindungi terhadap episode manik.

5.4 Psikoedukasi
Mengajarkan kepada orang dengan bipolar tentang penyakit mereka dan pengobatannya. Pengobatan ini membantu seseorang untuk mengenali tanda-tanda kekambuhan sehingga mereka dapat mencari bantul pengobatan lebih awal, sebelum episode penuh terjadi. Biasanya dilakukan dalam kelompok, psikoedukasi dapat juga berguna untuk anggota keluarga.

0 Response to "Gangguan Bipolar (Definisi, Penyebab, Jenis, Gejala, Intervensi)"

Post a Comment