Membiarkan Bayi Menangis Itu Baik untuk Perkembangan Emosionalnya


Kebanyakan orang tua tidak tega kalau melihat bayinya menangis. Berbagai cara pasti dilakukan untuk menghentikan tangisan si bayi. Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk selalu berusaha memberikan kenyamanan pada anaknya. Karena dengan mencoba menghentikan tangis bayi sama juga memberikan rasa aman padanya.

Jika bayi yang sedari kecil sudah ditanamkan rasa aman pada dirinya akan membuatnya kelak menjadi orang yag percaya diri. Tentunya hal ini sangatlah baik bagi kehidupan bayi setelah tumbuh dewasa. Karena dengan kepercayaan diri yang tinggi akan menumbuhkan sikap optimisme. Dimana sikap optimisme dapat membuat seseorang memiliki motivasi internal yang tinggi untuk meraih mimpinya.

Namun hal yang dilakukan oleh bunda ini tidak selamanya memberikan pengaruh yang baik buat si bayi. Terkadang ada kalanya orang tua untuk membiarkan anaknya menangis. Akan tetapi, orang tua harus memahami secara benar tentang makna tangisan pada si bayi agar tidak terjadi kesalahpahaman antara orang tua dengan anaknya.

Ada berbagai macam alasan yang membuat bayi menangis. Tangisan bayi bisa berasal dari kesedihan, kekecewaan, atau ketidaknyamanan pada dirinya. Perlu diingat kalau bayi menangis itu merupakan bentuk komunikasi mereka terhadap orang dewasa. Bayi juga dapat merasakan dan mengekspresikan berbagai emosi yang sedang dirasakannya.

Bentuk emosi dapat dibagi menjadi dua, yaitu emosi baik dan emosi buruk. Emosi baik diantaranya adalah seperti merasakan kegembiraan, cinta, terharu, dan terkejut. Sedangkan emosi buruk diantaranya adalah kesedihan, kemarahan, dan ketakutan. Oleh karena itu, orang tua harus mendorong anak untuk mengekspresikan emosi yang baik dan mencegah bentuk emosi yang buruk.

Dengan tidak membiarkan anak menangis, kita telah menghambat perkembangan emosional mereka. Lalu apa sih yang salah dari menangis? Menangis itu sama saja bukan dengan mengekspresikan perasaan kita. Dengan kita menangis bisa saja beban masalah yang sedang dihadapi bisa berkurang. Karena menangis itu memberikan manfaat untuk menenangkan diri kita. Dan bayi juga merasa demikian.

Tentunya para moms tidak menginginkan kalau si kecil kesayangannya memiliki emosi yang tidak konsisten. Dimana mereka tidak bisa benar-benar mengeskpresikan kegembiraannya. Atau malah sebaliknya yaitu mereka tidak bisa benar-benar tahu cara mengekspresikan kesedihannya. Jika hal ini terjadi pada si kecil yang sudah tumbuh dewasa tentu akan berdampak buruk bagi kehidupannya.

Seseorang yang tidak bisa mengekspresikan emosi dalam dirinya dengan baik dapat mengakibatkan gangguan emosional. Hal ini dikarenakan mereka tidak benar-benar bisa merasa lega ketika mendapatkan suatu permasalahan. Emosi yang ada dalam dirinya tidak bisa benar-benar dikeluarkan dengan cara yang tepat. Sehingga orang tersebut akan berlarut-larut dengan kesedihannya.

Jadi, mulai sekarang orang tua untuk membiasakan mendengarkan anaknya menangis. Dengan begitu, anak dapat tumbuh dengan emosional yang baik. Namun, orang tua jangan sampai lalai dalam mengawasi tangisan si bayi. Jika bayi terus-menerus menangis tanpa henti harus dicari jalan keluar untuk menghentikan tangisannya. Bisa jadi, keadaan itu merupakan bentuk emosi buruk dimana bayi sedang merasa tidak aman.

Mulai sekarang jadilah moms yang pintar ya… Perlu diingat baik-baik kalau merawat bayi adalah suatu proses pembelajaran nonformal yang dilakukan sambil praktik. Karena dalam mendidik anak diperlukan usaha yang keras supaya anak dapat tumbuh dengan baik. Dan jika anak dapat tumbuh dengan baik dan menjadi orang sukses tentu akan membuat orang tua merasa bangga. Disitulah hasil dari jerih payah pembelajaran selama itu dapat dirasakan.

0 Response to "Membiarkan Bayi Menangis Itu Baik untuk Perkembangan Emosionalnya"

Post a Comment