Faktor-faktor Penyebab Masalah Keluarga


Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan terjadinya krisis keluarga sebagaimana dikatakan Sofyan Wilis (2009) antara lain: putusnya komunikasi diantara keluarga terutama ayah dan ibu, sikap egosentrisme, masalah ekonomi, masalah kesibukan, dan masalah perselingkuhan.

(1)  Komunikasi   
Dengan komunikasi akan melahirkan pertautan perasaan atau emosi yang kuat diantara mareka yang terlibat, karena itu guna meraih kebahagiaan keluarga, sebaiknya komunikasikan berbagai peristiwa penting yang dialami dalam keseharian agar masing-masing pihak semakin mengenal dunia masing-masing dan merasa dilibatkan dalam dunia satu dengan dunia yang lain. 

Keluarga tanpa komunikasi bukan saja dapat menyebabkan kesalah pahaman, namun juga saling menjauhkan dunia masing-masing, sehingga akan nampak jarak yang semakin lebar diantara satu anggota dalam suatu keluarga.

(2)  Sikap Egosentrisme
Sikap egosentrisme adalah sikap   yang   menjadikan   dirinya   pusat   perhatian   yang diusahakan oleh seseorang dalam hal ini adalah salah satu anggota keluarga (bisa ayah atau ibu) dan dilakukan dengan segala cara untuk mendapatkan perhatian tersebut. 

Pada seseorang yang memiliki sifat seperti ini, orang lain tidaklah penting, dia mementingkan dirinya sendiri, dan bagaimana  menarik perhatian pihak  lain agar  mengikuti  minimal  memperhatikan. Akibat sifat egoisme ini orang lain sering tersinggung dan tidak mau mengikutinya. 

(3)  Masalah Ekonomi
Tentang  ekonomi ada dua jenis penyebab krisis keluarga, yaitu kemiskinan dan pola gaya hidup. Kemiskinan jelas berdampak terhadap kehidupan sebuah keluarga, sebagai misal jika karena faktor kemiskinan yang menyebabkan terjadinya krisis keluarga jelas, bagaimana mungkin jika terbatas dalam hal pendapatan lalu dapat mencukupi kebutuhan hidup suatu keluarga. 

Tetapi ini juga masih bersifat relative, tergantung bagaimana memaknai “cukup” minimal standar hidup  layak. Jika kehidupan  suatu keluarga dimana kondisi  emosional antara suami dan istri tidak cukup dewasa dalam menyikapi persoalan dalam kehidupannya maka akan selalu timbul pertengkaran yang  disebabkan  karena faktor  ekonomi. 

(4)  Masalah Kesibukan
Kondisi orang tua yang sibuk baik suami atau istri dapat menyebabkan terjadinya krisis dalam keluarga, terutama masyarakat perkotaan kesibukan adalah ciri yang paling menonjol, hal ini tentu terkait dengan pencarian materi yaitu harta dan uang. Falsafah kehidupan sebuah keluarga telah  berubah yaitu waktu adalah uang dan uang adalah harga diri, dan jika sudah kaya adalah suatu keberhasilan yang akhirnya adalah jabatan.  

Padahal ukuran kebahagiaan bukanlah uang sebagai patokan, justru yang demikian banyak terjadi keluarga yang berusaha dan bekerja keras tetapi belum juga berhasil seperti yang diharapkan, justru akan membuat frustasi atau kecewa berat akibat gagal dalam ekonomi suami istri dapat berakhir dengan bunuh diri.

(5)  Masalah Pendidikan 
Pendidikan seringkali menjadi pemicu dalam permasalahan keluarga, seperti misalnya jika si suami atau istri pendidikannya rendah tentu wawasannya juga terbatas, tidak mengerti tentang liku-liku kehidupan sebuah keluarga, apalagi jik ada persoalan dalam keluarga dan ada turut campur mertua baik dari pihak suami atau istri maka persoalannya semakin rumit. 

Sebaliknya suami atau istri yang berpendidikan cukup tentu wawasannya juga luas, sehinga persoalan-persoalan yang muncul dalam kehidupan sebuah keluarga cenderung mudah mencari solusi dan persoalan cepat teratasi.

(6)  Masalah Perselingkuhan
Tentang perselingkuhan termasuk masalah yang paling rumit untuk dikaji. Ada beberapa factor yang menyebabkan terjadinya perselingkuhan, pertama, hubungan suami istri yang sudah hilang kemesraan dan cinta kasih. Hal ini berhubungan dengan ketidakpuasan pasangan, istri kurang menarik ketika di rumah, berdandan jika mau pergi.

Sehingga sering menimbulkan kebosanan sang suami ketika di rumah, atau karena ada faktor kecemburuan baik secara pribadi maupun hasutan. Kedua, tekanan pihak ketiga seperti mertua dan lain-lain (anggota keluarga lain) dalam hal ekonomi. Ketiga, adanya kesibukan masing-masing baik suami ataupun istri sehingga rumah bukan tempat yang nyaman untuk tinggal.

0 Response to "Faktor-faktor Penyebab Masalah Keluarga"

Post a Comment