Efek Suka Selfie Jadi Penyebab Gangguan Mental Hingga Tingkat Depresi


Bagi kamu yang hobi berfoto terutama selfie harus berhati-hati karena selfie bisa menyebabkan gangguan mental. Meski awalnya hobi ini terkesan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain, tetapi hal ini tidaklah boleh dibiarkan. Karena efek jangka panjang dari aktivitas ini akan menimbulkan kecanduan yang sama beratnya seperti Narkoba.

Gangguan ini lebih dominan menyerang seseorang saat masih di usia anak-anak sampai remaja. Karena di usia itu merupakan masa perkembangan manusia yang rentan terkena pengaruh negatif dari lingkungan. Kalau mereka tidak berhati-hati di usia ini, kemungkinan besar mereka akan menjadi korban pengaruh negatif lingkungan dunia luar.

Begitu pesatnya kemajuan teknologi juga merubah perilaku manusia. Sebelum orang mengenal smartphone, mereka lebih sering melakukan aktivitas secara fisik. Namun hal ini berbeda setelah muncul smartphone, mereka lebih malas melakukan aktivitas fisik karena segala hal sekarang serba mudah. Semua pekerjaan dapat dilakukan dengan smartphone sehingga akibatnya perilaku konsumtif terhadap smartphone sangatlah tinggi.

Seakan-akan orang lebih suka untuk terlihat cantik di dunia maya. Mereka akan melakukan segala macam cara untuk mendapatkan banyak pujian dari media sosial. Berbagai macam foto selfie mempertotonkan jelas wajah mereka dengan harapan supaya terkenal. Hal ini secara tidak langsung memberikan dampak buruk terhadap pikiran mereka.

Orang yang kecanduan selfie memiliki keyakinan bahwa dirinya jauh lebih baik dibandingkan dengan orang lain. Mereka selalu menganggap remeh orang lain dan lingkungan sekitarnya. Lebih parahnya lagi, mereka juga memilki rasa empati dan simpati yang kurang terhadap keadaan di sekelilingnya. Penderitanya mendapat julukan sebagai orang yang sombong dan si pencari perhatian.

Akibatnya penderita gangguan ini biasanya sulit mempertahankan pekerjaan dan menemukan pasangan yang cocok saat sudah dewasa. Hal ini memungkinkan mereka lebih rentan terkena depresi. Lebih parahnya lagi, jika depresi itu disebabkan oleh hal yang terbilang sepele. Misalnya karena mendapatkan respon negatif di media sosial. Siapa sangka, respon negatif dari netizen bisa berdampak buruk dalam hidup seseorang.

Media sosial di era sekarang seakan-akan itu nyata. Respon yang didapatkan dari media sosial baik kecil maupun besar akan mempengaruhi kehidupan seseorang. Sangat disayangkan apabila justru kita yang diperbudak oleh smartphone. Bukannya malah manusia yang memanfaatkan smartphone namun smartphone yang memanfaatkan manusia.

Kecanduan selfie juga bisa menyebabkan kematian. Banyak orang yang ingin mendapat pujian di dunia maya sehingga ia harus berfoto dengan bergaya anti mainstream. Kematian tersebut disebabkan karena terjadinya kecelakaan saat seseorang berfoto di lokasi yang berbahaya. Misalnya mereka ingin bergaya foto di dalam air, di ketinggian, maupun dengan binatang buas.

Di zaman yang serba maju ini memang penggunaan media sosial sudah melekat pada diri setiap orang. Kebanyakan orang berlomba-lomba untuk mendapat pujian di dunia maya. Mereka tidak memperhatikan dampak buruk yang mungkin bisa terjadi dari aktivitas yang mereka lakukan selama ini. Aktivitas selfie sah-sah saja untuk dilakukan, namun tetap dalam kendali agar tidak jatuh ke dalam gangguan mental hingga tingkat depresi.

Jika seseorang sudah terkena gangguan ini dapat dilakukan pengobatan dengan menemui psikiater. Penderita bisa diobati dengan cara melakukan psikoterapi. Terapi ini bertujuan untuk mengubah perilaku dan pola pikir manusia. 

Kelebihan lain dari pengobatan ini adalah terjaganya privasi penderitanya. Jadi, penderita tidak usah takut kalau nanti privasinya akan tersebar luas di dunia nyata maupun dunia maya.

1 Response to "Efek Suka Selfie Jadi Penyebab Gangguan Mental Hingga Tingkat Depresi"

  1. wah bhya juga ya efeknya... tapi apalah daya kita manusia yag memang gemar selfi dan uplud d sosmed .. 😁

    ReplyDelete