Orang Tua Wajib Tahu, Bagaimana Perilaku yang Tepat supaya Anak Patuh dan Tidak Melawan


Sebagian anak yang tengah beranjak dewasa memiliki emosi yang masih labil. Dimana mereka belum bisa mengendalikan emosinya. Akibatnya, timbul perilaku anak yang kerap melawan orang tuanya. Memang benar adanya kalau semakin anak dewasa akan semakin sulit diatur. Hal ini dikarenakan mereka biasanya memiliki pendapat dan pandangan sendiri yang diyakini benar.

Perbedaan generasi antara anak dengan orang tua menyebabkan banyak perubahan terutama dalam komunikasi. Terkadang orang tua melontarkan pertanyaan maupun jawaban yang tidak nyambung bahkan menyinggung anak. Akibatnya, timbul kesalahpahaman antara mereka yang menyebabkan anak melawan orang tuanya. Berikut adalah perilaku tepat orang tua supaya anak patuh dan tidak melawan.

1. Membangun Komunikasi yang Baik antara Orang Tua dan Anak
Komunikasi yang baik dalam hal ini merupakan perasaan saling mengerti satu sama lain. Artinya, orang tua bukan hanya menjadi orang yang ingin dimengerti oleh anak sebagai orang yang lebih tua dan patut dihormati. Namun, sebagai orang tua juga harus mengerti apa yang dirasakan dan diinginkan anak. Dengan perasaan saling mengerti ini, hubungan anak dengan orang tua dapat berjalan dengan baik.

Komunikasi antara orang tua dan anak merupakan hal yang perlu diperhatikan. Dalam membangun komunikasi ini, usahakan orang tua berperilaku sebagai pendengar yang baik bagi anak. Untuk memahami apa yang dirasakan dan diinginkan anak, orang tua harus kembali berperilaku seumuran anaknya. Dengan begitu, anak akan merasa lebih nyaman dan sungkan jika bercerita tentang masalah pribadinya kepada orang tua.

2. Menunjukan Rasa Empati kepada Anak
Anak yang tengah beranjak dewasa kerap mengalami masalah yang datang secara bergantian. Mereka membutuhkan teman dekat untuk saling berbagi cerita. Dalam hal ini orang tua juga mampu menjadi teman dekat mereka. Orang tua bisa memberikan nasihat ala anak muda kepada anak dan berbagi pengalamannya semasa muda.

Perasaan empati kepada anak ini merupakan faktor yang sangat penting untuk dilakukan. Karena dengan rasa empati akan membantu orang tua lebih memahami perilaku anak. Hal apa yang anak inginkan, hobi apa yang anak sukai, dan kebiasaan yang sehari-hari dia lakukan. Dengan begitu, hubungan orang tua dan anak akan semakin erat.

3. Sering Meluangkan Waktu Bersama Anak
Perlu diingat bagi orang tua, sesibuk apapun pekerjaan yang sedang dilakukan harus bisa meluangkan waktu bersama anak. Hal ini perlu dilakukan walaupun hanya sebentar untuk sekedar berbicara dari hati ke hati dengan anak. Sejatinya anak membutuhkan kasih sayang dan perhatian yang lebih dari orang tuanya bukan hanya sekedar materi. 

Hubungan ini akan berlaku timbal balik jika dilakukan oleh orang tua. Dimana sesibuk apapun nanti anak sedang belajar atau sedang melakukan kegiatan, dia akan selalu ingat dan menghubungi orang tuanya. Hal ini tentu merupakan hubungan yang sangat baik antara orang tua dengan anak. Dimana mereka akan selalu menjadi hal yang diprioritaskan.

4. Memberikan Kasih Sayang dengan Penuh dan Tulus
Orang tua harus memberikan kasih sayang dengan penuh dan tulus kepada anak. Jangan setengah-setengah jika memberikan kasih sayang kepada mereka. Karena jika orang tua masih memberikan kasih sayangnya secara setengah-setengah, itu tandanya orang tua memberikan keraguan kepada anaknya. Jika orang tua masih ragu-ragu kepada anak maka anak juga akan bersikap demikian.

Perlakukan anak dengan lembut dan ajarkan mereka sopan santun. Dengan begitu, kelak anak akan menjadi pribadi yang berakhlak baik. Jangan lupa juga ajarkan anak agama sejak usia dini. Karena ajaran agama akan mencegah mereka melakukan perbuatan negatif yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Dengan kasih sayang yang tulus dan ajaran agama yang baik tentu akan mencegah anak melawan orang tuanya.

0 Response to "Orang Tua Wajib Tahu, Bagaimana Perilaku yang Tepat supaya Anak Patuh dan Tidak Melawan "

Post a Comment