Manfaat Permainan Tradisional untuk Pengembangan Diri Anak


Usia anak-anak adalah masanya mereka untuk bermain. Apapun dapat mereka mainkan asalkan permainan itu menyenangkan. Di era modern ini, ada banyak sekali mainan yang sangat beragam. Namun, orang tua harus berhati-hati dalam memberikan mainan kepada si kecil. Karena kebanyakan mainan yang diproduksi saat ini mengandung zat kimia berbahaya bagi si kecil.

Orang tua tidak boleh lupa kalau masih ada permainan tradisional yang mengedukasi dan aman bagi kesehatan si kecil. Selain digunakan sebagai sarana bermain, mainan ini bisa juga digunakan untuk sarana belajar. Permainan edukasi ini tidaklah membosankan karena memiliki tantangan yang cukup sulit untuk diselesaikan. Berikut adalah permainan tradisional yang aman dan bisa si kecil mainkan.

1. Permainan ABC
Anak zaman dulu pasti sangat tahu permainan ini. Permainan tangan sambil menyebutkan huruf, kemudian mencari kata dari huruf tersebut. Permainan ini sangat mengasyikan jika dimainkan. Perlu konsentrasi yang tinggi serta wawasan yang luas untuk memainkan permainan ini. Jika tidak demikian, anak akan sulit mencari kata sesuai huruf dalam permainan.

Bunda bisa melatih kemampuan berpikir si kecil menggunakan permainan ini. Untuk permulaan, bunda bisa menyuruh si kecil untuk menyebutkan semua kata yang diketahuinya sesuai huruf. Jika si kecil sudah mulai menguasainya, bunda bisa memberikan topik tertentu seperti menyebutkan nama-nama hewan sesuai huruf dalam permainan.

2. Congklak
Permainan angka ini merupakan mainan yang bagus buat si kecil yang sedang belajar berhitung. Si kecil umumnya malas jika belajar berhitung. Namun dengan adanya permainan ini si kecil dapat belajar berhitung dengan metode yang menyenangkan. Secara tidak langsung, si kecil akan mampu berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah.

Hal yang harus diperhatikan bunda adalah mengenai biji yang digunakan si kecil saat bermain permainan ini. Bunda bisa mengganti biji congklak dengan kuaci maupun benda lain yang aman dan bisa dimakan. Hal ini dilakukan supaya jika si kecil sudah bosan bermain, mereka bisa memakan biji permainan congklak tersebut.

3. Ular Tangga
Permainan ini sangat mengasyikan jika dimainkan banyak orang. Aturan mainnya adalah masing-masing dari anggotanya berlomba-lomba mencapai finish terlebih dahulu. Permainan ini mengajarkan anak supaya dia mengerti pentingnya berproses untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Permainan ini akan mendidik anak untuk memiliki sikap pantang menyerah.

Papan ular tangga yang berwarna tidak akan membuat anak bosan dalam bermain. Mereka akan berpikir supaya cepat sampai garis finish dan menjadi juara. Jika pion berhenti di mulut ular akan turun ke bawah. Hal ini mengajarkan ke anak supaya kalau dia mendapat rintangan harus kembali bangkit untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.

4. Bongkar Pasang Kertas
Permainan bongkar pasang ini umumnya banyak dimainkan oleh anak perempuan. Dimana mereka akan mencocokan antara badan dengan pakaian maupun aksesoris lain yang akan digunakan dalam mainan. Permainan ini akan membuat anak berpikir secara detail terhadap hal yang sedang dihadapinya. Dengan begitu, anak akan lebih berpikir kreatif dan inovatif.

Jika dirasa aksesoris yang digunakan dalam mainan belum cocok, anak akan berusaha untuk terus mencarinya sampai benar-benar dirasa cocok. Kegiatan ini akan dilakukannya berulang kali hingga berhasil sesuai dengan kemauannya. Permainan tradisional ini bisa bunda terapkan kepada si kecil. Perlu diingat untuk bunda jangan sampai membatasi si kecil dalam bermain agar mereka dapat berkembang dengan baik.

0 Response to "Manfaat Permainan Tradisional untuk Pengembangan Diri Anak"

Post a Comment