Bahaya Besar Jika Menggendong Bayi Sambil Diayun, Jangan Pernah Lakukan Ini Pada Si Kecil


Sudah menjadi kebiasaan orang tua jika menggendong si kecil sambil diayun. Hal ini memang sudah sangat familiar di kalangan masyarakat manapun. Cara ini biasa dilakukan orang tua yang hendak menidurkan si kecil. Tetapi ada hal yang perlu diwaspadai di balik cara menggendong bayi sambil diayun. Bagi orang tua yang ingin tahu bahaya menggendong si kecil sambil diayun, silahkan simak penjelasannya di artikel ini.

Menggendong bayi sambil diayun dapat menyebabkan “shaken baby syndrome”. Kata ini memang jarang sekali terdengar di telinga kita. Namun yang perlu diketahui kalau “shaken baby syndrome” merupakan cedera otak pada bayi yang disebabkan karena guncangan di kepala. Ketika bayi mengalami guncangan, otak bayi akan mengalami pergeseran.

Hal ini tidak boleh disepelekan oleh orang tua. Karena guncangan yang disebabkan membuat pergeseran otak sampai membentur tulang tengkorak. Akibatnya saraf maupun pembuluh darah pada otak bayi bisa terluka sehingga dapat menyebabkan pendarahan. Oleh karena itu, orang tua harus benar-benar memperhatikan kenyamanan dan kemanan si kecil.

Gangguan ini banyak menyebabkan masalah serius seperti kerusakan otak, pendarahan, kelumpuhan, bahkan kematian. Untuk mengetahui kalau si kecil terkena gangguan ini bisa dilihat dari perilakunya sehari-hari. Adapun gejala ringan maupun gejala berat yang ditunjukan oleh bayi yang terkena gangguan "shaken baby syndrome".

Gejala ringan yang dapat dilihat akibat gangguan ini adalah si kecil akan sering rewel. Bayi rewel sebenarnya merupakan suatu bentuk komunikasi yang ingin disampaikan kepada kita. Namun terkadang kita tidak mengetahui pesan apa yang ingin disampaikan oleh si kecil. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua harus benar-benar peka terhadap si kecil.

Selain rewel, gejala ringan lain yang ditimbulkan adalah bayi kerap mengantuk, sulit makan, dan terlihat pucat. Sedangkan gejala berat yang ditimbulkan dari gangguan ini adalah bayi sering mengalami muntah. Hal ini dikarenakan terdapat gangguan pada otak bayi, sehingga kinerja otaknya menjadi tidak stabil.

Gejala lebih lanjut yang ditimbulkan adalah bayi bisa sesak nafas, mengalami kejang, penurunan kesadaran, bahkan kelumpuhan. Jika si kecil sampai mengalami hal ini, harus segera diperiksakan ke dokter supaya diberikan penanganan lebih lanjut. Jangan sampai kehidupan si kecil nanti terancam akibat kecerobohan orang tua.

Jadi, lebih baik kita mengantisipasi hal ini dengan memberikan perlakukan secara lebih lembut kepada si kecil. Jika orang tua ingin mengayun si kecil harus dilakukan secara pelan dan hati-hati. Jangan sekali-kali mencoba menguncangkan si kecil. Untuk membuatnya lebih tenang, orang tua bisa menggendong si kecil sambil menepuk-nepuk bokongnya secara perlahan.

0 Response to "Bahaya Besar Jika Menggendong Bayi Sambil Diayun, Jangan Pernah Lakukan Ini Pada Si Kecil"

Post a Comment