Teori Kepribadian menurut Sigmund Freud (Psikoanalisis)

Dalam teori Psikoanalisis yang di ungkapkan oleh Sigmund Freud, kepribadian dianggap sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga unsur atau sistem yakni Id, Ego, dan Superego. Psikoanalisis memiliki perhatian pada pengaruh-pengaruh tidak sadar; pentingnya dorongan seksual bahkan dalam bidang-bidang non-seksual.

  • Puncak gunung es : Kesadaran
  • Dasar gunung es : Prakesadaran
Id terletak dalam ketidaksadaran. Ia merupakan tempat dari dorongan-dorongan primitif, yaitu dorongan-dorongan yang belum dibentuk atau dipengaruhi oleh kebudayaan. Superego adalah suatu sistem yang merupakan kebalikan dari Id. Sistem ini sepenuhnya dibentuk oleh kebudayaan.

Ego adalah sistem tempat kedua dorongan dari Id dan Superego beradu kekuatan. Fungsi Ego adalah menjaga keseimbangan antara kedua sistem yang lainnya, sehingga tidak terlalu banyak dorongan Id yang dimunculkan ke kesadaran. Sebaliknya tidak semua dorongan Superego saja yang dipenuhi.

Ada sembilan metode pertahanan yang dikemukakan oleh Freud, diantaranya :

1. Represi
Suatu hal yang pernah dialami dan menimbulkan ancaman bagi Ego ditekan masuk ke ketidaksadaran dan disimpan disana agar tidak mengganggu Ego lagi. Perbedaannya dengan proses lupa adalah bahwa lupa hal yang dilupakan itu hanya disimpan dalam bawah sadar dan sewaktu-waktu dapat muncul kembali, sedangkan pada represi hal yang direpresi tidak dapat dikeluarkan ke kesadaran dan disimpannya dalam ketidaksadaran.

2. Pembentukan Reaksi
Seseorang bereaksi justru sebaliknya dari yang dikehendakinya demi tidak melanggar ketentuan dari Superego.

3. Proyeksi
Karena Superego melarang ia mempunyai suatu perasaan atau sikap tertentu terhadap orang lain, maka ia berbuat seolah-olah orang lain itulah yang punya sikap atau perasaan tertentu itu terhadap dirinya.

4. Penempatan yang Keliru
Kalau seseorang tidak dapat melampiaskan perasaan tertentu terhadap orang lain karena hambatan dari Superego, maka ia akan melampiaskan perasaan tersebut kepada pihak ketiga.

5. Rasionaliasi
Dorongan-dorongan yang sebenarnya dilarang oleh Superego dicarikan penalaran sedemikian rupa sehingga seolah-olah dapat dibenarkan.

6. Supresi
Menekankan sesuatu tetapi berbeda dengan represi. Hal yang ditekan dalam supresi adalah hal-hal yang datang dari ketidaksadaran sendiri dan belum pernah muncul dalam kesadaran.

7. Sublimasi
Dorongan-dorongan yang tidak dibenarkan oleh Superego tetap dilakukan juga dalam bentuk yang lebih sesuai dengan tuntutan masyarakat.

8. Kompensasi
Usaha untuk menutupi kelemahan di salah satu bidang atau organ dengan membuat prestasi yang tinggi di organ lain atau bidang lain.

9. Regresi
Untuk menghindari kegagalan-kegagalan atau ancaman terhadap Ego, individu mundur kembali ke taraf perkembangan yang lebih rendah.

0 Response to "Teori Kepribadian menurut Sigmund Freud (Psikoanalisis)"

Post a Comment